Tampilkan postingan dengan label LiFE TiPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LiFE TiPS. Tampilkan semua postingan

TIPS PUBLIKASI KREATIF


Tips membuat Publikasi Efektif






 Membuat publikasi sebenarnya gampang, Cuma bermodalkan bisa menggunakan Corel Draw atau Photoshop, tapi masalahnya adalah bagaimana membuat publikasi cetak yang effektif, itu yang susah. Nah, melalui tulisan ini gue mau coba sharing ke kalian semua tips-tips, gimana supaya publikasi jadi effektif, atau palin gak diperhatiin orang lah…Jadi terus baca sampe abis.

Tips 1 : HEADLINE-NYA!!!
Headline adalah bagian yang paling terlihat oleh pembaca publikasi. Fungsi headline adalah menarik minat target publikasi untuk membaca. Ada dua hal yang harus kita perhatikan waktu menentukan headline sebuah publikasi. Yang pertama adalah headline harus dibuat semenarik mungkin dengan cara membuat headline se-provokatif mungkin tetapi tetap menggambarkan secara keseluruhan hal yang kita tawarkan. Contoh kasus, misalnya untuk sebuah acara seminar virus komputer, headline “SEMINAR VIRUS” memang representatif tetapi tidak provokatif. Coba bandingkan dengan headline ”BEBASKAN KOMPUTER ANDA DARI VIRUS !!”. Mana yang lebih relevan dan signifikan? :D Hal berikutnya adalah; buat publikasi selalu melibatkan target atau calon konsumen, singkatnya gunakan kalimat yang mengajak konsumen berinteraksi. Gue pernah liah sebuah publikasi headline begini : ”DICARI PO” atau ”DIBUTUHKAN PO”. Nggak ada yang salah sih dengan publikasi ini, hanya saja tidak menyentuh target aja, pengiklan hanya menyatakan bahwa dia membutuhkan PO tanpa ada upaya mengajak interaksi target. Coba bandingkan dengan headline ”Anda ingin menjadi PO?” atau ”Jadilah seorang PO” Pembaca akan merasa diajak berinteraksi, sehingga seolah-olah ada interaksi antara pembaca dan publikasi yang dibuat.
Khusu untuk publikasi sebuah acara atau event, biasanya yang dijadikan headline adalah nama acara atau nama event tersebut. Gimana caranya supaya publikasi berjalan effektif ? Kalau untuk kasus ini nama acaranya saja yang dibuat memenuhi kriteria untuk jadi headline yang bagus.

Tips 2 : ISINYA.

Dalam sebuah publikasi semua informasi disampaikan dalam isi. Saran gue kalau membuat publikasi, buat informasi yang kalian sampaikan dalam publikasi selengkap dan sedetail mungkin. Kalau publikasi yang kalian buat tentang suatu acara, buat pembaca setelah melihat publikasi mengert iacara apa yang dipublikasikan, begitu juga kalau publikasi tentang suatu produk.
Jangan ragu-ragu untuk menggunakan dambar dalam isi sebuah publikasi. Karena sebuah gambar mencerminkan sejuta tulisan. Tapi hati-hati karena setiap orang bisa mengartikan gambar dengan cara yang berbeda-beda dan kemungkinan akan menimbulkan pengertian yang divergen.
Dan sebagai tambahan, kalau bisa cantumkan contact person, untuk membantu pembaca kalau ada sesuatu yang kurang jelas dalam publikasi. Tapi jangan buat publikasi isinya cuman contact person doang. :D

Tips 3 : BAHASANYA.
Sebuah publikasi yang baik selalu menggunakan bahasa yang familiar dan mudah dimengerti oleh targetnya. Jadi sebelum membuat publikasi sebaiknya analisi terlebih dahulu siapa saja yang akan menjadi target publikasi kita. Kalau targetnya masyarakat umum yang kurang mengerti komputer jangan pernah menggunakan istilah-istilah komputer yang ngejelimet. Kalau targetnya orang-orang yang belum tentu ngerti bahasa inggiris jangan sekali-kali pake bahasa inggris dalam publikasinya. Tapu tentu kalau kita sudah tau pasti targetnya adalah orang-orang yang bisa bahasa tertentu; ya jangan ragu-ragu pakai bahasa tersebut dalam publikasi karena akan lebih menyentuh target. Kira-kira gampangnya begitu.

Tips 4: DESAINNYA.

Desain dalam sebuah publikasi selain sebagai pemanis dapat juga berfungsi untuk menajamkan maksud publikasi dan menarik mata pembaca untuk melihat dan membaca. Oleh karena itu desain publikasi harus sesuai dengan maksud dan tujuan publikasi dibuat. Kalau publikasi dibuat dengan tujuan untuk menjual suatu produk barang paling tidak ada gambar barang yang akan dijual tersebut. Sedangkan untuk menarik mata pembaca biasanya desain dibuat menggunakan warna-warna yang mencolok. Pesan terakhir dalam membuat desain, desain memang penting dalam sebuah publikasi tetapi apabila desain tersebut terlalu berleihan justru akan membuat orang lain berpendapat bahwa publikasi tersebut norak dan menjadi tidak effektif karena yang membaca akan il-feel duluan.

Tips 5 : PEMILIHAN HURUF.
Untuk sebuah publikasi sebaiknya pilih huruf yang mudah dibaca dan simple. Karena huruf adalah komponen penyusun informasi yang disampaikan dalam publikasi. Gue pernah liat sebuah publikasi, bagus sih, warna yang dipilih cukup mencolok (orange), desain tidak terlalu norak, isi publikasinya tentang suatu acara yang akan dilaksankan dalam waktu dekat. Tapi waktu gue cari tau informasi kapan akan dilaksanakannya acara tersebut, kok ngaak ada ya. Gue terus cari di publikasi tersebut sampai beberapa lama, ternyata waktu pelaksanannya tertulis besar di tengah publikasi, tetapi dengan huruf yang ”terlalu keren” sehingga gue kira sebelumnya itu gambar. Cukup merepotkan juga kan kalau salah memilih huruf untuk sebuah publikasi, bayangkan kalau yang baca publikasi itu nggak sabarn?? Pastinya informasi tidak akan kesampaian.
Yah kira-kira seperti itu tips-tips yang gue sadu untuk kalian Pesan terakhir buat temen-temen yang suka buat publikasi. Satu hal yang jangan pernah kalian lupakan dalam membuat publikasi yaitu jangaj terlalu HIPERBOLIS. Kalau yang kita publikasikan Cuma acara workshop menggunakan flash, jangan buat deadline publikasi ”Master animation in 3600 s” Buat publikasi itu penting tapi kejujuran dalam mempublikasikan lebih penting.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LIFE TIPS FOR YOUTH

Managing Expectations

Find A Middle Ground

Kita semua perlu punya ekspektasi, karena bisa membuat kita terpecut untuk mencapai impian. Masalahnya kita nggak selalu bisa jelas melihat apakah ekspetasi kita benar  sehat atau tidak. Kadang kita menaruh harapan terlalu tinggi atau berlebihan sehingga kita jadi kecewa saat tidak terpenuhi. Untuk mencegah kejadian seperti itu, we should know ourselves and our ability, baru kemudian kita bisa menentukan reasonable expectation. Yang reasonable di sini maksudnya yang cukup tinggi sehingga bisa membuat kita ingin berjuang untuk mencapainya tapi nggak terlalu mengawang-ngawang sampai secara logika nggak mungkin bisa kita capai, paling tidak untuk saat ini.
Jangan lupa , ekspektasi yang tinggi memerlukan usaha maha dahsyat untuk bisa diraih.  So, if we put a high standard to ourselves, kita harus mau usaha gila-gilaan dan kuat menahan segala pressure-nya. Kalau nggak kuat, ya turunkan dulu ekspektasi-nya and then work your way up.

Accept Life Is Not Perfect

Sebenarnya bukan salah kita juga sih kalau kita mengharapkan kesempurnaan. Kita cewek-cewek ini seneng sama fairytales. Kita percaya kalau friendship never ends, our dreams will always come true, an dour all time favorite : suatu saat ada pangeran ganteng, baik banget dan mau mengerti kita sepenuhnya. He’ll marry us, bawa kita pulang ke istananya yang penuh sama beautiful garden and beautiful things. He’ll be perfectly charming and our wish is his command. And of course we’ll live happily ever after. Tapi di dunia nyata, nggak ada cowok sempurna yang mau menerima kita heart and soul without compromise here and there. Contoh lainnya adalah kita sering banget salah paham sama sahabat. Kadang dengan bertambahnya umur jadi udah nggak cocok and just grow apart. Impian? Memang  bisa banget dicapai but it’s never without hard work.

 Jadi saat hal-hal mulai nggak berjalan sesuai harapan, kita harus bisa terima kalau hidup memang nggak sempurna. Semua perlu proses. Life it self adalah proses pembelajaran agar kita bisa mengerti diri sendiri dan orang lain. It takes a lot of courage, sacrifice, and compromise.

Back Up Plans

Sering juga kita menaruh harapan sama satu hal dan nggak terpikir untuk buat rencana cadangan kalau harapannya nggak tercapai. Padahal punya back up plan itu penting dan membantu banget. Fungsinya kayak semacam jaring pengaman sehingga saat kita “jatuh” ada hal yang lain yang bisa menyelamatkan hati kita. Bayangin betapa sakitnya saat harapan kita yang begitu besar pupus begitu saja and we wont know what else to do our where else to go. 

Pastinya rasanay kayak semua hancur berantakan dan bikin putus asa. Beda banget kalau kita punya plan B, C kalau perlu sampai tak terhingga. Walau kita kecewa saat harapan utama nggak tercapai, at least dengan adanya plan B, C dan seterusnya, kita dapat memfokuskan pikiran untuk menjalankan back up plans. Sometimes back up plan turn out to better than our master plan. Yang penting bagaimana kita mengusahakannya.

 Be kind to Ourselves

Banyak hal ada di luar kuasa kita. Walau sudah berusaha sekuat tenaga, kadang masih saja harpan kita nggak tercapai. Kita jadi malu, marah, kecewa sama diri sendiri. Pikiran seperti ini harus dibuang jauh-jauh. It’s very human to fail and make mistakes. Yang penting, setelah gagal cari angle lain untuk mencapai impian. Gagal itu seperti menemukan tembok tinggi di tengah jalan. Setelah segala usaha untuk memanjat tembok ini tidak berhasil, mungkin harus mencari jalan lain. Beating ourselves up nggak akan memberikan solusi apapun. Lebih baik berbesar hati saja. Good things will come to good people eventually.

No Hidden Agenda

Dalam hal apapun sebaiknya kita nggak mengharapkan imbalan. Bohong kalau kita melakukan sesuatu untuk orang lain sama sekali nggak punya pikiran,” I’m doing this so they’ll do the same for me.” Bukannya salah, tapi ekspektasi semacam ini bisa membuat kita merasa kurang dihargai atau bahkan betrayed if they did not return the favor. Walau dalam hubungan apapun harus ada take and give yang seimbang, tapi memang sebaiknya kita tidak mengharapkan apa-apa sebagai timbal balik dari tindakan atau pengorbanan kita. Jika kita ikhlas, kita nggak akan kecewa saat tidak menerima balasan apapun. Kalau mau berharap, lebih baik berharap saja kebaikan kita berkenan bagi Yang Di Atas. That’s it.

Gratitude

Sikap yang satu ini dijamin ampuh menjaga kita dari depresi atau kekecawaan beratapabila kita selau bersykur, kita akan lebih jarang merasa kekurangan. Percaya bahwa semuanya diatur sesuai dengan porsinya masing-masing. Nikmati setiap proses yang kita jalani. Bukan berarti kita santai dan cepat berpuas diri. But at least kita bisa sabar dan mau menjalani hidup secara bertahap dan memasang ekpektasi itu tidak tercapai. Terutama kalau kita sudah berusaha maksimal mewujudkannya.









































 














 
















  



 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS